KOTA JAMBI –
Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat dukungan terhadap Program Makan Bergizi
Gratis (MBG). Terbaru, tiga Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) resmi
dioperasikan di Kota Jambi, Rabu (28/1).
Peresmian
tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan
Hindayana bersama Wali Kota Jambi Maulana. Dengan tambahan ini, jumlah SPPG
aktif di Kota Jambi kini mencapai 35 unit dari total target 76 SPPG.
Wali Kota
Jambi Maulana menyampaikan, pembangunan SPPG akan terus dipercepat di seluruh
wilayah kota sebagai bagian dari komitmen Pemkot dalam menyukseskan program
nasional MBG. Meski begitu, ia mengakui masih terdapat sejumlah kelengkapan
administrasi yang perlu disempurnakan dan telah dilaporkan secara resmi kepada
pemerintah pusat.
“Keberadaan
SPPG sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tidak hanya meningkatkan
layanan pemenuhan gizi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya
bagi ibu-ibu berusia di atas 40 tahun,” kata Maulana.
Menurutnya,
hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kota Jambi karena
turut berkontribusi dalam menekan angka pengangguran.
Sementara
itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis
merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi
masyarakat, khususnya anak-anak.
Ia
menekankan, keberhasilan program MBG sangat bergantung pada kolaborasi yang
kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, kehadiran SPPG juga
memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah.
“Dampaknya
bukan hanya pada perbaikan gizi, tetapi juga penyerapan tenaga kerja serta
pemanfaatan hasil pertanian dan peternakan lokal,” ujarnya.
Program MBG
di Kota Jambi sendiri ditargetkan rampung sepenuhnya pada Mei mendatang.
Dalam
kunjungan kerjanya tersebut, Dadan Hindayana juga menekankan pentingnya
penerapan menu berbasis kearifan lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya,
penggunaan menu lokal menjadi kunci keberlanjutan program MBG. Menu akan
disesuaikan dengan potensi pangan dan karakteristik masing-masing daerah,
termasuk Kota Jambi.
“Bahan
pangan lokal tidak hanya menjamin kualitas gizi anak, tetapi juga menggerakkan
perekonomian daerah. Petani, peternak, dan pelaku usaha lokal akan terlibat
langsung dalam rantai pasok MBG,” jelas Dadan.
Ke depan,
Badan Gizi Nasional akan menyusun standar menu kearifan lokal yang tetap
memenuhi kebutuhan gizi anak. Dengan memanfaatkan bahan pangan unggulan daerah,
pelaksanaan SPPG diharapkan berjalan lebih efektif, berkelanjutan, serta
memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. (*)

0 Comments