JAMBI – Kabar menggembirakan datang dari Pemerintah Kota
Jambi. Di tengah tantangan ekonomi global, kondisi ekonomi daerah justru
menunjukkan tren positif yang mengejutkan.
Wali Kota Jambi, Maulana, mengungkapkan bahwa pertumbuhan
ekonomi kota pada tahun 2025 berhasil mencapai 5,13 persen, melampaui rata-rata
nasional. Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa roda ekonomi daerah terus
bergerak dinamis.
“Alhamdulillah, capaian ekonomi kita sangat baik. APBD Kota
Jambi sudah menembus Rp2 triliun. Ini menjadi modal besar untuk mempercepat
pembangunan,” ujarnya dalam apel pagi usai libur Idul Fitri, Senin (30/3/2026).
Tak hanya tumbuh, ekonomi Kota Jambi bahkan berhasil
mengungguli capaian nasional dan provinsi. Sektor perdagangan, jasa, dan UMKM
menjadi tulang punggung yang menjaga stabilitas tersebut.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ekonomi lokal tidak hanya
bertahan, tapi juga berkembang di tengah persaingan.
Kabar baik lainnya, angka kemiskinan terus mengalami
penurunan signifikan:
Dari 9,02% (2021) menjadi 7,69% (2025). Sementara itu,
tingkat pengangguran juga turun drastis:
Dari 10,66% menjadi 7,08%
Penurunan ini didorong oleh berbagai program pemerintah,
seperti: Kegiatan padat karya
Pemberdayaan UMKM, Peningkatan investasi.
Tak hanya tumbuh, ekonomi Kota Jambi juga dinilai semakin
merata. Hal ini tercermin dari indeks gini yang berada di angka 0,339, lebih
baik dari rata-rata nasional.
Artinya, pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati
segelintir orang, tapi mulai dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
Dengan anggaran yang kini menembus Rp2 triliun, pemerintah
memiliki ruang gerak lebih luas untuk
Membangun infrastruktur, Memperkuat jaring pengaman social, Mendorong
pertumbuhan ekonomi baru.
Maulana menegaskan bahwa anggaran besar ini harus
dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat.
Meski banyak capaian positif, pemerintah mengakui masih ada
tantangan: Tingkat pengangguran masih di atas rata-rata nasional.
Untuk itu, Pemkot Jambi berkomitmen: Membuka peluang
investasi
Mendorong sektor padat karya Menciptakan lapangan kerja baru.
Maulana juga mengingatkan seluruh ASN untuk kembali bekerja
maksimal setelah libur panjang.
“Momentum Idul Fitri harus jadi semangat baru untuk
meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya. (*)

0 Comments