JAMBI – Wali Kota Jambi Maulana mengumpulkan para Ketua RT se-Kota Jambi untuk memperkuat pelaksanaan Program Kampung Bahagia 2026, program pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan.
Kegiatan penguatan pentahapan program tersebut digelar Pemerintah Kota Jambi di Aula Griya Mayang, Senin (9/3/2026), dan diikuti camat, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, LPM, serta para Ketua RT. Dalam kesempatan itu, Pemkot Jambi juga memberikan tali asih kepada para Ketua RT dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Kapolresta Jambi, Dandim 0415/Jambi, serta para camat dan lurah dari tiga kecamatan pada sesi pertama, yakni Jambi Selatan, Kota Baru, dan Danau Sipin.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi Noverentiwi Dewanti mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman sekaligus memperkuat tahapan pelaksanaan Program Kampung Bahagia hingga ke tingkat RT.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi dan penguatan tersebut akan dilaksanakan dalam beberapa sesi yang melibatkan seluruh kecamatan di Kota Jambi.
“Untuk sesi pertama diikuti oleh tiga kecamatan, yakni Jambi Selatan, Kota Baru, dan Danau Sipin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 sebanyak 1.583 RT di Kota Jambi akan membentuk kelompok kerja (Pokja) Kampung Bahagia yang menjadi motor penggerak program di tingkat lingkungan.
Program ini dilaksanakan dalam dua tahap. Pada tahap pertama tahun 2026, sebanyak 551 RT telah melakukan pemetaan swadaya, sementara 247 RT lainnya masih dalam proses.
“Pemetaan swadaya ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi, permasalahan, serta kebutuhan masyarakat di masing-masing RT. Yang kita utamakan adalah kebutuhan masyarakat, bukan keinginan sekelompok orang,” jelas Noverentiwi.
Ia juga menyebutkan bahwa program Kampung Bahagia sebelumnya telah diuji coba pada 67 RT pada tahun 2025 sebagai proyek percontohan (pilot project).
Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa Program Kampung Bahagia diharapkan mampu mengubah wajah Kota Jambi melalui pembangunan yang benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat di tingkat RT.
“Program ini kita rancang agar apa yang dibangun benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar keinginan,” ujar Maulana.
Melalui program ini, setiap RT akan mendapatkan dana stimulan pembangunan yang bertujuan mendukung penguatan ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kualitas lingkungan di wilayah masing-masing.
Besaran dana yang diberikan disesuaikan dengan klasifikasi RT. Untuk RT kecil mendapatkan Rp50 juta, RT sedang Rp70 juta, dan RT besar Rp100 juta per tahun.
“Dana ini bukan hanya untuk gaji pengurus RT, tetapi sebagai stimulan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat,” tegasnya.
Maulana juga mengingatkan agar penggunaan anggaran dilakukan secara bijak dan tidak dipaksakan jika memang tidak menjadi kebutuhan utama masyarakat.
“Jangan dipaksakan. Kalau memang anggarannya tidak habis karena tidak ada kebutuhan mendesak, itu tidak masalah,” katanya.
Sebagai bentuk motivasi, Pemkot Jambi juga akan memberikan penghargaan kepada RT yang dinilai paling berhasil menjalankan Program Kampung Bahagia.
“Nanti yang paling berhasil akan kita lombakan, dan pemenangnya akan diumumkan pada akhir tahun,” pungkasnya. (*)

0 Comments