JAMBI – Pemerintah Kota Jambi mencatat capaian signifikan dalam menghimpun sumber pembiayaan pembangunan sepanjang tahun 2025.
Melalui berbagai skema kolaborasi, total dana yang berhasil ditarik dari luar APBD mencapai lebih dari Rp1,7 triliun.
Capaian tersebut terungkap dalam rapat paripurna DPRD Kota Jambi dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Jambi Tahun 2025, Selasa (31/3/2026).
Rapat dihadiri Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, pimpinan dan anggota DPRD, serta kepala OPD.
Dalam forum itu, Wakil Wali Kota menyampaikan ringkasan eksekutif LKPJ yang menitikberatkan pada capaian pembangunan serta strategi peningkatan pendanaan daerah di tengah keterbatasan fiskal.
Dari total Rp1,7 triliun tersebut, kontribusi terbesar berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp1,525 triliun. Dana ini digunakan untuk berbagai program strategis, di antaranya pembangunan Sekolah Rakyat senilai Rp250 miliar serta pembebasan lahan Kolam Retensi Telago Kajang Lako sebagai upaya pengendalian banjir.
Selain itu, dukungan dari APBD Provinsi Jambi mencapai Rp160 miliar, termasuk melalui program Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) serta pembebasan lahan proyek pengendalian banjir.
Sumber pendanaan lainnya berasal dari kerja sama internasional melalui program revitalisasi Sungai Asam bersama JICA Jepang sebesar Rp144,9 miliar. Pemerintah Kota Jambi juga memperoleh dukungan program jaringan gas (jargas) senilai Rp105,88 miliar.
Tak hanya itu, kontribusi dari BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jambi, dan BAZNAS Kota Jambi tercatat lebih dari Rp12,1 miliar. Sementara Forum CSR turut menyumbang Rp15,4 miliar untuk mendukung berbagai program pembangunan.
Di sektor peningkatan kapasitas aparatur, terdapat pula dukungan program pendidikan dari pemerintah India dan Singapura dengan nilai sekitar Rp500 juta.
Wali Kota Jambi Maulana menegaskan, capaian tersebut tidak lepas dari upaya aktif pemerintah daerah dalam membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah pusat, daerah, lembaga internasional, hingga sektor swasta dan perguruan tinggi.
“Kolaborasi menjadi kunci untuk meningkatkan output pembangunan di tengah keterbatasan fiskal daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan Pemerintah Kota Jambi akan terus memperluas peluang pendanaan guna mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan capaian ini, Kota Jambi menunjukkan kapasitasnya sebagai daerah yang adaptif dan proaktif dalam mencari sumber pembiayaan alternatif, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan berkelanjutan. (*)

0 Comments