JAMBI – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kota Jambi bergerak memastikan harga bahan pokok tetap stabil. Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Talang Banjar, Senin (9/3), untuk memantau langsung kondisi harga dan pasokan pangan di lapangan.
Didampingi unsur Forkopimda seperti Kapolresta Jambi dan Dandim 0415/Jambi, rombongan menyusuri lapak-lapak pedagang guna mengecek harga berbagai komoditas strategis, mulai dari beras, minyak goreng hingga cabai.
Dalam pemantauan tersebut, Wali Kota Maulana menyebutkan secara umum harga bahan pokok masih relatif stabil dan berada pada kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Namun, pihaknya menemukan adanya kenaikan harga pada beras premium.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, sebagian besar harga masih sesuai HET. Hanya saja untuk beras premium memang terjadi kenaikan sekitar 11 persen,” ujar Maulana.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi menjelang Lebaran, Pemkot Jambi menyiapkan langkah intervensi melalui penyaluran cadangan pangan pemerintah kepada masyarakat.
“Kita akan mendistribusikan bantuan bahan pokok dari cadangan pangan pemerintah. Setiap kepala keluarga akan mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” jelasnya.
Program tersebut direncanakan menyasar sekitar 50 ribu kepala keluarga (KK) di Kota Jambi. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Sementara itu, Lia, salah seorang pedagang cabai di Pasar Talang Banjar, mengatakan harga cabai merah saat ini berada di kisaran Rp24 ribu per kilogram, namun kualitasnya kurang baik.
“Kalau cabai merah yang kualitas bagus biasanya sekitar Rp30 ribu per kilogram. Untuk cabai rawit setan sekarang mencapai Rp70 ribu per kilogram,” ungkapnya.
Ia menambahkan sebagian besar pasokan cabai di pasar tersebut berasal dari luar daerah, seperti Medan dan Lampung, karena pasokan dari dalam daerah masih terbatas.
“Kami biasanya dapat kiriman dari Medan dan Lampung. Kalau dari Jambi sendiri agak sulit dapat pasokannya,” katanya.
Selain memantau harga di pasar, Pemkot Jambi juga melakukan pengecekan ke sejumlah gudang distributor bahan pokok di kawasan Talang Bakung.
Dalam sidak tersebut, rombongan menemukan stok gula di salah satu gudang dalam kondisi kosong karena pasokan dari pabrik belum kembali dikirim.
Wali Kota Maulana mengatakan secara umum ketersediaan bahan pokok masih cukup aman, namun kekosongan stok gula perlu segera diantisipasi.
“Untuk beras dan minyak goreng masih aman. Hanya saja stok gula di gudang ini memang sedang kosong karena pasokan dari pabrik belum masuk lagi,” jelasnya.
Menurut Maulana, tingginya konsumsi masyarakat dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu penyebab cepat habisnya stok gula di tingkat distributor.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Jambi langsung berkoordinasi dengan Perum Bulog Kanwil Jambi untuk memastikan pasokan gula tetap tersedia di pasaran.
Selain itu, Satgas Pangan juga diminta segera menyurati produsen gula yang selama ini memasok kebutuhan ke Kota Jambi agar distribusi dapat segera dilakukan kembali.
“Kita sudah mendekati Lebaran, kebutuhan gula pasti meningkat. Karena itu pasokan harus dipastikan tetap tersedia,” tegasnya.
Sementara itu, Manajer Bisnis Bulog Kanwil Jambi, Ashariyanti memastikan stok gula di gudang Bulog masih dalam kondisi aman.
“Saat ini stok gula di gudang Bulog Jambi masih tersedia sekitar 30 ribu ton. Kami siap mendukung pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran,” ujarnya. (*)

0 Comments