Breaking News

Warga Sungai Bengkal Siap “Bicara Langsung”! Bupati Tebo Janji Temui Usai Lebaran

 

Bupati Tebo Janji Temui Warga Sungai Bengkal Usai Lebaran.


TEBO – Harapan panjang masyarakat Kelurahan Sungai Bengkal kini mulai menemukan titik terang. Setelah melalui berbagai aksi dan penyampaian aspirasi, Bupati Tebo dikabarkan siap menemui langsung perwakilan warga usai perayaan Idulfitri.
Kepastian ini disampaikan Camat Tebo Ilir, Yanto, yang menyebut bahwa kepala daerah telah merespons aspirasi masyarakat dan membuka ruang dialog secara resmi.
“Pada prinsipnya Pak Bupati siap bertemu. Insyaallah dijadwalkan setelah Hari Raya Idulfitri, agar masyarakat bisa menyampaikan langsung aspirasinya,” ujar Yanto, Jumat (20/3/2026).
Bagi warga Sungai Bengkal, pertemuan ini bukan sekadar formalitas. Ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan persoalan batas wilayah yang selama ini dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
Masyarakat meyakini bahwa apa yang mereka perjuangkan memiliki dasar kuat, baik dari sisi historis maupun kondisi riil. Mereka berharap, dialog nantinya berlangsung terbuka, jujur, dan mampu menghadirkan solusi yang adil.
Yanto juga mengingatkan agar kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh semua pihak, dengan tetap menjaga suasana kondusif.
“Ini momen penting. Sampaikan dengan baik, agar persoalan ini benar-benar menemukan titik terang,” tambahnya.
Sorotan publik kini tertuju pada langkah konkret Pemerintah Kabupaten Tebo. Kesediaan Bupati untuk bertemu dinilai sebagai sinyal positif, namun masyarakat berharap hasil nyata, bukan sekadar pertemuan seremonial.
Koordinator aksi warga Sungai Bengkal, Hardani, menyambut baik rencana tersebut. Namun ia menegaskan bahwa pembahasan harus mengacu pada kondisi faktual, khususnya di wilayah RT 17 Simpang Semangko, RW 01 Dusun Lamo.
Menurutnya, kawasan tersebut bukan hanya lahan perkebunan, melainkan juga permukiman yang telah lama dihuni masyarakat Sungai Bengkal.
Dari sisi pelayanan, jarak wilayah ke Kantor Lurah Sungai Bengkal hanya sekitar 10–15 kilometer, sementara ke Desa Teluk Rendah Pasar mencapai 30–40 kilometer. Kondisi ini dinilai tidak efektif jika tetap berada dalam administrasi yang lebih jauh.
Selain itu, akses menuju wilayah tersebut hanya melalui jalur darat, yakni Jalan Akong yang berada di kawasan Sungai Bengkal, tanpa akses sungai. Hal ini semakin memperkuat keterikatan wilayah tersebut dengan Sungai Bengkal.
Hardani juga menegaskan bahwa seluruh lahan di kawasan itu merupakan milik masyarakat Sungai Bengkal yang telah dikelola secara turun-temurun, tanpa keterlibatan kepemilikan dari warga Desa Teluk Rendah Pasar.
“Penetapan wilayah harus berdasarkan fakta di lapangan, bukan hanya administratif. Ini menyangkut ruang hidup masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap, pertemuan dengan Bupati Tebo nanti menjadi langkah awal untuk evaluasi menyeluruh, dengan mengedepankan keadilan, transparansi, serta partisipasi masyarakat.
Masyarakat Sungai Bengkal pun kini menanti, apakah pertemuan pasca-Idul fitri itu akan menjadi titik balik penyelesaian sengketa, atau justru memperpanjang polemik yang telah berlangsung lama. (*)

0 Comments

© Copyright 2022 - Kabarku