Aktivis Jambi, Hafizan Romy Faisal .
TEBO – Polemik rencana penggunaan jalan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sebagai jalur pipa migas di Kecamatan Tebo Ilir kian memanas. Jalan yang dibangun dari anggaran daerah dan partisipasi masyarakat kini diduga menjadi alternatif bagi perusahaan migas setelah pemberdayaan lahan warga disebut-sebut membahas jalan buntu.
Isu ini menunjukkan setelah beredar bahwa pihak Montd'Or Oil Tungkal Ltd berencana memanfaatkan jalur TMMD yang menghubungkan informasi Desa Kunangan dengan Kelurahan Sungai Bengkal sebagai akses operasional pipa migas.
Aktivis Jambi, Hafizan Romy Faisal, angkat bicara dengan nada keras. Ia menilai, jika kabar tersebut benar, maka patut diduga ada tindakan “jalan pintas” yang berpotensi merugikan kepentingan publik demi efisiensi perusahaan.
“Kalau benar perusahaan beralih menggunakan jalan TMMD karena tidak mampu memerdekakan lahan warga, ini bukan sekadar solusi teknis. Ini indikasi jalan pintas yang bisa merugikan masyarakat,” tegas Hafizan, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, jalan TMMD merupakan aset publik yang dibangun dari APBD Kabupaten Tebo serta hibah masyarakat. Oleh karena itu, pemanfaatannya tidak bisa sembarangan, apalagi jika hanya dijadikan opsi cadangan ketika perusahaan menghadapi kendala di lapangan.
“Pembebasan lahan itu tanggung jawab perusahaan. Tidak bisa dialihkan dengan memanfaatkan fasilitas umum yang diperuntukkan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti minimnya keterbukaan dari pemerintah daerah terkait polemik tersebut. Hafizan mendesak agar seluruh dokumen, mulai dari perizinan, kajian teknis, hingga analisis dampak lingkungan, dibuka secara transparan ke publik.
Dari sisi keselamatan, ia mengingatkan bahwa pemasangan pipa migas di badan jalan memiliki risiko tinggi jika tidak memenuhi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Jangan sampai masyarakat menanggung risiko, sementara keuntungan hanya dinikmati korporasi,” tambahnya.
Tak hanya itu, potensi penyimpangan dalam pengelolaan aset daerah juga ikut disampaikan jika penggunaan jalan TMMD dilakukan tanpa prosedur resmi dan pengawasan ketat dari pihak terkait.
Sebagai langkah tegas, aktivis mendesak agar rencana tersebut dihentikan sementara hingga ada kejelasan dan transparansi kepada publik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Montd'Or Oil Tungkal Ltd maupun Pemerintah Kabupaten Tebo belum memberikan keterangan resmi terkait isu yang tengah menjadi sorotan tersebut. (*)

0 Comments