JAMBI – Suasana berbeda terasa di Lapangan Bola Bohok FC, Sabtu (25/4/2026). Tradisi Sedekah Bumi Kebun Bohok yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) sukses menyedot perhatian warga dan menjadi salah satu agenda paling meriah dalam rangka HUT ke-80 Kota Jambi dan 625 tahun Tanah Pilih Pusako Batuah.
Sejak pagi, ribuan masyarakat memadati lokasi. Mereka antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari arak-arakan hasil panen, syukuran bersama, hingga bazar UMKM dan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Yang paling mencuri perhatian adalah arak-arakan hasil panen. Warga membawa aneka hasil bumi seperti sayur-mayur, buah-buahan, hingga hasil perkebunan sebagai simbol rasa syukur. Iring-iringan ini tak hanya sarat makna, tapi juga menjadi tontonan menarik yang memanjakan mata.
Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha yang hadir langsung mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
“Ini bentuk rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Di sisi lain, kegiatan ini juga mendorong ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi masyarakat melalui UMKM serta Gerakan Pangan Murah,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan serupa akan terus digelar dengan konsep yang lebih baik agar manfaatnya semakin luas.
Sementara itu, Kepala Disparbud Kota Jambi Mariani Yanti menyebut Sedekah Bumi sebagai warisan budaya yang harus terus dijaga.
“Kita ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong dan rasa syukur atas hasil panen. Ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi masyarakat,” katanya.
Tak hanya budaya, geliat ekonomi juga terasa. Bazar UMKM yang digelar memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mempromosikan produknya. Warga pun tampak antusias berburu berbagai kebutuhan dengan harga terjangkau melalui program GPM.
Didukung penuh oleh berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan unsur Forkopimda, kegiatan ini berlangsung sukses dan meriah hingga siang hari.
Sedekah Bumi Kebun Bohok tak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga momentum memperkuat nilai budaya, sosial, dan ekonomi masyarakat. Tradisi lama pun kembali hidup, menyatu dengan semangat modern untuk mewujudkan Kota Jambi Bahagia. (*)

0 Comments