Jejak Senyap PT Montd’or Oil di Jalan TMMD Tebo Disorot.
TEBO – Publik dibuat bertanya-tanya. Saat sorotan mengarah ke rencana penggunaan jalan TMMD di Kecamatan Tebo Ilir, PT Montd’or Oil Tungkal Ltd justru memilih bungkam.
Namun di saat yang sama, muncul indikasi perusahaan tidak benar-benar diam.
Upaya konfirmasi yang dilakukan media kepada pihak perusahaan tak mendapat respons. Humas PT Montd’or Oil Tungkal Ltd, Ahmad Firdaus, tidak membalas pesan WhatsApp yang dikirim Senin (4/5/2026). Humas lainnya, Rahmat Hidayat, juga tak merespons panggilan maupun pesan singkat.
Sikap ini berbanding terbalik dengan informasi di lapangan.
Dalam beberapa hari terakhir, Ahmad Firdaus disebut-sebut aktif melakukan pendekatan ke Pemerintah Kabupaten Tebo, termasuk ke Pemerintah Desa Kunangan dan Kelurahan Sungai Bengkal.
Langkah ini memunculkan dugaan kuat: apakah perusahaan tengah mencari jalan alternatif untuk proyek pipa gas menuju Kabupaten Batanghari?
Pasalnya, proses pembebasan lahan warga hingga kini belum sepenuhnya rampung. Meski sebagian lahan telah dibebaskan melalui skema sewa dan ganti rugi tanam tumbuh, sejumlah bidang lainnya masih menyisakan penolakan.
Di tengah kebuntuan itu, jalan TMMD diduga menjadi opsi cepat.
Padahal, jalan tersebut bukan sekadar akses biasa. Ia memiliki nilai historis, dibangun dari swadaya masyarakat sejak 1980-an sebelum kemudian diperlebar melalui program pemerintah.
Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi (LAMJ) Kecamatan Tebo Ilir, Muhammad Isya, mengingatkan agar tidak ada keputusan sepihak.
“Jalan itu dibangun dari swadaya warga dan dihibahkan untuk kepentingan umum. Kalau sekarang mau dipakai perusahaan, harus terbuka dan disepakati masyarakat,” tegasnya.
Ia juga memperingatkan potensi konflik jika proses dilakukan tanpa transparansi.
“Kalau dipaksakan tanpa komunikasi yang jelas, ini bisa memicu gesekan sosial,” ujarnya. (*)

0 Comments